Polewali Mandar – Di tengah pengerjaan sasaran fisik TMMD ke-127 Kodim 1402/Polman berupa pengecoran jalan menuju Desa Lenggo, Kecamatan Bulo, anggota Satgas TMMD terlihat membantu seorang tukang ojek yang melintasi jalur tersebut.
Momen itu menjadi gambaran keseharian akses transportasi masyarakat Desa Lenggo yang dihuni sekitar 2.000 jiwa atau lebih dari 400 kepala keluarga.
Jalur sepanjang kurang lebih 14 kilometer menuju desa yang berada di wilayah pegunungan itu selama ini menjadi satu-satunya akses utama warga. Kondisi medan yang terjal dan berbatu membuat perjalanan kerap memakan waktu dan tenaga, terutama bagi pengendara roda dua yang mengangkut kebutuhan pokok maupun hasil pertanian.
Sebagian besar warga Desa Lenggo berprofesi sebagai petani dengan penghasilan yang tidak menentu. Transportasi menjadi faktor vital dalam menunjang aktivitas ekonomi mereka.
Mahmud, Kepala Dusun Tanete, Desa Lenggo, mengaku bersyukur karena secara bertahap akses jalan menuju desanya mulai dibenahi melalui program TMMD.
“Kami sangat bersyukur. Perlahan akses menuju Lenggo sudah mulai dikerjakan. Ini sangat membantu masyarakat, ” ujarnya.
Ia menjelaskan, saat ini masih tersisa sekitar 6 kilometer jalur yang belum tersentuh pembangunan. Dari jumlah tersebut, sekitar 3 kilometer berada di kawasan hutan lindung sehingga memerlukan proses perizinan.
“Sebagian masih masuk kawasan hutan lindung dan sementara diurus izinnya. Kami berharap ke depan bisa mendapat persetujuan sehingga pengerjaan jalan dapat kembali dilanjutkan oleh TNI, ” katanya.
Program TMMD ke-127 Kodim 1402/Polman diharapkan mampu membuka keterisolasian Desa Lenggo secara bertahap, sekaligus mendorong peningkatan kesejahteraan masyarakat melalui akses transportasi yang lebih layak dan aman. (Zik)
