POLMAN - Sebuah insiden mengejutkan terjadi di Sekolah Dasar Negeri (SDN) 010 Paku, Kecamatan Binuang, Polewali Mandar (Polman). Sebanyak 15 murid harus segera dilarikan ke Puskesmas Binuang pada Sabtu, 14 Februari, setelah menunjukkan gejala keracunan yang mengkhawatirkan. Peristiwa ini diduga kuat terkait dengan konsumsi program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang didistribusikan ke sekolah mereka.
Setibanya di Unit Gawat Darurat (UGD) Puskesmas Binuang, para siswa tersebut segera mendapatkan penanganan medis intensif, termasuk pemberian infus untuk memulihkan kondisi mereka. Keadaan darurat ini muncul setelah para murid, khususnya dari kelas enam, bersama-sama mengonsumsi bekal MBG yang dikemas dalam 'ompreng' dan didistribusikan oleh salah satu pihak pengadaan SPPG.
''Ada 15 siswa yang alami gejala keracunan dan kita larikan ke Puskesmas Binuang, '' ujar Murni, seorang guru SDN 010 Paku, kepada para wartawan pada Sabtu, 14 Februari. Ia menjelaskan bahwa pada hari itu, seluruh 20 siswa di kelas enam secara serentak menyantap menu MBG. Beberapa kelas lain belum sempat mengonsumsi.
Menurut Murni, gejala keracunan mulai muncul seketika setelah para siswa memakan bekal tersebut. Gejala yang dialami bervariasi, mulai dari pusing, rasa mual yang hebat, hingga badan terasa sangat lemah. Beberapa siswa bahkan harus berulang kali ke kamar mandi.
''Ada juga yang bolak balik masuk kamar mandi, jadi yang lemas itu ada 15 kita larikan ke Puskesmas, '' ungkapnya dengan nada prihatin. Ia menambahkan bahwa pada hari itu, menu MBG yang disajikan terdiri dari makanan kering, termasuk roti, bubur kacang hijau, ampla, dan yogurt. Insiden ini tentu menimbulkan kekhawatiran besar bagi para orang tua dan pihak sekolah mengenai keamanan pangan program bantuan tersebut. (PERS)

Updates.